
*Lubuk Linggau, 31 Agustus 2026* – Hendra Bahalis melayangkan surat terbuka kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Lubuk Linggau terkait dugaan pelayanan tidak adil di satu SPBU 24-31655 di kota tersebut pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Dalam suratnya, Hendra mengaku sudah mengantri hampir 1 jam untuk mengisi BBM jenis Pertalite. Ia menyebut operator SPBU sangat ketat memeriksa barcode kendaraan untuk konsumen umum.
Namun di sisi lain, ia mendapati puluhan sepeda motor yang menggunakan tangki modifikasi jenis “Fuso” mengisi BBM jauh melebihi kapasitas standar sepeda motor.
“Bayangkan sampai melebihi Rp 300 ribu untuk isi sepeda motor dan itu tanpa Barcode. Bisa dilihat di video saya ini,” tulisnya dalam surat terbuka tersebut.
Ia menilai kondisi ini menimbulkan antrian panjang dan merugikan konsumen yang patuh aturan.
*Tuntutan kepada Pertamina Patra Niaga*
Dalam surat terbuka itu, warga meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Lubuk Linggau segera melakukan evaluasi, memberikan dispensasi, dan menjatuhkan hukuman kepada manajemen SPBU terkait.
“Untuk itu saya meminta Pertamina Patraniaga segera lakukan tindakan sejak surat terbuka ini saya sampaikan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat Lubuk Linggau yang merasakan hal serupa untuk ikut menyuarakan dan memviralkan kejadian ini agar menjadi perhatian publik
Hingga berita ini diturunkan pihak SPBU 24-31655 kota lubuk Linggau belum dapat dikonfirmasi.(Supriyadi)

Tinggalkan Balasan