
MURATARA, LBSNEWS.COM* — Peristiwa tragis terjadi di Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Seorang anak berusia 8 tahun bernama Hapis, siswa kelas II SD, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Rawas.
Korban dilaporkan tenggelam pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 16.30 WIB saat sedang mandi bersama anak-anak lainnya di kawasan sungai tersebut.

Berdasarkan informasi di lapangan, sebelum kejadian korban awalnya berada di atas rakit. Saat hendak turun ke sungai, Hapis diduga kehilangan pegangan hingga terlepas dan masuk ke dalam air. Keluarga menyebut korban ikut masuk ke sungai setelah melihat temannya lebih dulu terjun. Saat itu korban masih berpegangan pada tali rakit sebelum akhirnya tenggelam dan tidak terlihat lagi.
Kabar hilangnya korban membuat warga sekitar langsung melakukan pencarian secara swadaya. Aparat kepolisian bersama pemerintah desa kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara untuk memperkuat pencarian dengan menerjunkan personel dan peralatan SAR.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada Rabu, 12 Agustus 2026 sekitar pukul 08.00 WIB. Tim gabungan bersama masyarakat menemukan korban tidak jauh dari titik awal ia dilaporkan tenggelam.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan oleh tim gabungan bersama warga sekitar pukul 08.00 WIB. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Kepala BPBD Muratara, Hasbi Hasidqi.
Menurut laporan personel di lapangan, posisi korban saat ditemukan masih berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Rawas Ilir Iptu Andri Firmansyah menjelaskan, korban merupakan anak dari pasangan Antoni dan Herma. Saat kejadian korban diketahui sedang mandi bersama sejumlah anak lainnya di Sungai Rawas.
Sementara itu, Kepala Desa Pauh I, Juherman, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak keluarga dan warga sempat menyusuri kawasan sekitar sungai hingga melakukan penyelaman untuk mencari korban.
Setelah dievakuasi dari sungai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain atau mandi di sungai, terutama di lokasi yang memiliki arus deras dan kedalaman berisiko.(**)

Tinggalkan Balasan