
*MURATARA – http://LBSNEWS.COM |* 26 Oktober 2026 – Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) H. Devi Suhartoni menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok di seluruh pasar di Kabupaten Muratara.
“Kami pemerintah monitor harga kebutuhan pokok di setiap pasar dengan tujuan, jika harga naik tidak wajar kami akan mencari penyebab dan melakukan perbaikan atau mengadakan pasar murah,” tegas Bupati H. Devi Suhartoni, Senin 26 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan *Grafik dan Analisis Perkembangan Harga Bulan Oktober 2026* dari Bagian Perekonomian dan SDA Setda Muratara yang memantau 4 pasar utama: *Pasar Lawang Agung, Pasar Surulangun, Pasar Rawas Ilir, dan Pasar Nibung.*
*BERIKUT RINCIAN HARGA YANG BANYAK DIKONSUMSI MASYARAKAT:*
*1. CABAI – NAIK PALING TINGGI*
– *Cabai Merah Keriting:* Di Lawang Agung naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 55.000/kg, di Surulangun sempat melonjak dari Rp 68.000 menjadi Rp 80.000 lalu turun ke Rp 72.000/kg. Di Rawas Ilir turun dari Rp 80.000 menjadi Rp 75.000/kg.
– *Cabai Rawit Merah:* Paling bergejolak di Pasar Surulangun, naik dari Rp 85.000 menjadi Rp 100.000/kg lalu turun menjadi Rp 80.000/kg. Selisih harga antar pasar mencapai 40%.
*2. DAGING DAN TELUR*
– *Daging Sapi Paha Belakang:* Stabil Rp 140.000/kg di Lawang Agung dan Rp 160.000/kg di Rawas Ilir.
– *Daging Kerbau Beku:* Di Rawas Ilir naik dari Rp 120.000 menjadi Rp 125.000/kg.
– *Telur Ayam Ras:* Stabil di Lawang Agung Rp 27.000/kg dan Nibung Rp 25.000/kg. Di Surulangun turun dari Rp 26.000 menjadi Rp 24.000/kg.
– *Daging Ayam Ras:* Stabil di Lawang Agung Rp 40.000/kg. Di Rawas Ilir turun dari Rp 47.000 menjadi Rp 38.000/kg. Rata-rata harga turun 9,6%.
*3. BAWANG – PERBEDAAN HARGA MENCAPAI 33%*
– *Bawang Merah:* Naik di Lawang Agung dari Rp 35.000 menjadi Rp 40.000/kg. Di Nibung stabil Rp 30.000/kg. Selisih antar pasar melebar dari 17% menjadi 33%.
– *Bawang Putih:* Stabil di Lawang Agung Rp 35.000/kg. Di Surulangun turun dari Rp 35.000 menjadi Rp 32.000/kg.
*4. MINYAK GORENG DAN GULA – PERLU PERHATIAN*
– *Minyak Goreng Curah:* Naik di Pasar Nibung dari Rp 18.000 menjadi Rp 22.000/kg (+22,2%). Di Rawas Ilir naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 19.000/kg.
– *Minyak Goreng Premium:* Melonjak di Rawas Ilir dari Rp 20.000 menjadi Rp 23.000/kg dan di Nibung dari Rp 19.000 menjadi Rp 23.000/kg (+21,1%).
– *Gula Pasir Curah:* Stabil di Lawang Agung Rp 16.500/kg dan Surulangun Rp 18.000/kg. Di Rawas Ilir naik dari Rp 18.000 menjadi Rp 19.000/kg.
– *Gula Pasir Premium:* Stabil Rp 17.500/kg di Lawang Agung dan Rp 20.000/kg di Rawas Ilir dan Nibung.
Bupati H. Devi Suhartoni menambahkan, fluktuasi harga disebabkan oleh faktor pasokan, distribusi, dan permintaan pasar. Pihaknya telah memerintahkan Bagian Perekonomian dan SDA untuk memantau lebih rapat, terutama komoditas cabai dan minyak goreng yang selisihnya tinggi antar pasar.
“Kami tidak ingin masyarakat terbebani. Jika ada indikasi penimbunan atau distribusi tidak lancar, kami akan turun langsung,” tutupnya.
(Redaksi)

Tinggalkan Balasan