
*MUSI BANYUASIN, http://Lbsnews.com -* Kebakaran melanda sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penampungan dan pengelolaan minyak hasil penyulingan ilegal di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Peristiwa tersebut sontak menyita perhatian warga sekitar. Pasalnya, lokasi yang terbakar disebut telah lama digunakan untuk aktivitas penampungan minyak yang diduga berasal dari penyulingan ilegal atau yang dikenal warga setempat dengan istilah minyak “masakan”.
Seorang warga di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, aktivitas di gudang tersebut bukan kegiatan baru.
“Setahu kami gudang ini telah lama beroperasi melakukan pengolahan minyak dari masakan, baik dari Sanga Desa maupun Babat Toman,” ungkapnya.
Ia menyebut, minyak yang masuk ke gudang tersebut diduga berasal dari aktivitas penyulingan ilegal di wilayah Muba.
Terkait kepemilikan, warga tersebut menyebut gudang itu milik seorang pengusaha asal Palembang berinisial SD alias Sarah Diba, sementara aktivitas harian dikelola oleh warga setempat berinisial DN alias Doni.
“Sepengetahuan kami pemiliknya pengusaha dari Palembang, pengurusnya warga sini,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Rabu (16/9/2026), informasi mengenai kepemilikan dan pengelola gudang tersebut masih sebatas keterangan warga dan belum terkonfirmasi secara resmi kepada pihak yang disebutkan maupun kepada aparat penegak hukum.
Belum ada keterangan resmi terkait penyebab kebakaran, luas bangunan yang terbakar, jumlah kerugian material, serta ada atau tidaknya korban jiwa.
Peristiwa ini kembali menyoroti persoalan rantai distribusi minyak hasil penyulingan ilegal di Kabupaten Muba. Selain aspek penegakan hukum, kejadian ini juga memunculkan pertanyaan terkait keselamatan kerja, standar pengelolaan bahan berbahaya dan mudah terbakar, serta pengawasan lingkungan.
Aparat Kepolisian Resor Musi Banyuasin melalui Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono, S.I.K., diharapkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi kejadian, termasuk menelusuri asal-usul minyak, legalitas operasional gudang, serta pihak yang bertanggung jawab.
Untuk keberimbangan pemberitaan, Tim Liputan Gabungan Media telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak yang disebut sebagai pemilik dan pengelola gudang tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, keduanya belum memberikan tanggapan resmi.(**)

Tinggalkan Balasan